I don't know what I want and I don't know who I am
Yang kutau saat ini hanyalah jalan tanpa
adanya perjalan menurun atau menanjak, tanpa adanya perbelokan ke kanan atau ke
kiri, tanpa adanya perarahan maju atau mundur. Yang kurasa saat ini begitu
datar tak ada gairah apapun, sama sekali tidak ada. Entahlah fase hidup seperti
apa yang sedang aku alami saat ini. Tak suka apapun tak benci apapun tak ingin
apapun tak menuntut apapun semua berjalan begitu saja. Adanya hal kebaikan
untukku, kusyukuri. Sebaliknya jika bagiku keburukan yasudahlah ingin diapakan
lagi, untuk mempermasalahkannya kurasa akan membuang banyak waktuku dan
merenggut moment yang menyia-nyiakan. Aku teringat akan pesan orang jangan
terlalu cepat memilih hanya karena teriming imingi oleh manis diperawalan
kisah, kirang lebih seperti itu yang ku tangkap dari penjelasannya. Sedikit
yang aku ingat darinya, namun aku hanya manusia memiliki pendirian yang beragam
bahkan bisa berubah dalam sewaktu-waktu, memiliki pemikiran yang tak sejalan,
memiliki segi pandang yang berbeda, segalanya pasti tak sama.
Sempat terbesit dipikiranku ingin merubah
segalanya dan merubah semua prinsip-prinsip yang sangat kupegang teguh bahwa
memperbaikin di pertengahan kisah bukanlah jalan yang terbaik. Mungkin aku
tersadar oleh pesan sesorang tersebut atau aku tersadar karena pengalamanlah
yang telah mengajarkan, membuktikan, memberitau bahwa itu bukanlah hal yang
terbaik. Entahlah, aku rasa saat ini aku bimbang akan adanya dua perselisihan
pendapat yang ada. Maka dari itu, ya seperti ini yang sedang dirasakan tidak
berharap pada apapun, tidak bergantung pada siapapun. Ada yang mengerti
kondisiku, aku bersyukur jika tidak yasudah tak apa. Mungkin belum waktunya,
jika ditanya bahagia tidak, jelas aku bahagia tapi tanpa adanya tujuan yang
jelas. Aku menikmati segalanya tapi disisi lain aku merasakan kekosongan
dihidupku. Sedikit menginginkan seperti dulu yang bisa senang tanpa beban, tapi
karena prinsip ku yang keliru, itu cukup berpengaruh akan pengajaran dan
pengalamanku selama ini.
Akhir-akhir ini aku hanya nyaman hidup
berdampingan dengan musik, dia yang bisa membalas hangat kesepian dan
kekosongan jika tak ada seorang yang bisa mengerti. Tapi di sisi lain, musik
lah yang selalu membuatku menjadi seorang perasa, menjadi seorang yang sensitif
akan alunan syair yang dinyanyikan, bait kata yang dilantunkan, rangkaian nada
yang menunjukkan arti tersirat sebuah kebahagiaan atau kesedihan. Terlebih
musik lah yang mendekatkan orang-orang penting dalam hidupku yang sekarang tak ada
di sisiku, sampai-sampaii setiap orang ku tandai dengan lagu dikala aku dekat
dengannya, setiap situasi ku dengarkan lagu untuk mengenang peristiwanya. Aneh
tapi memang adanya seperti itu, dikala ku merindukan sesuatu hanya mendengarkan
dan hanyut dalam alunannya, aku akan merasakan apa yang dulunya pernah
kurasakan saat lagu itu terputar. Dengan keheningan aku merasa nyaman akan
adanya musik. Bagiku tiap lagu memiliki filosi tersendiri di dalamnya :)
Eumm
apa ada yang sama dengan keanehanku ini??
- drz
Comments
Post a Comment